Pernahkah kamu melihat kombinasi angka 1312 atau singkatan ACAB di media sosial, di tembok jalanan, atau di komentar suatu berita? Keduanya terlihat misterius, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sama dan erat kaitannya dengan isu sosial tertentu.
Apa sih, arti sebenarnya? Mari kita bahas dengan sederhana.
ACAB: Singkatan dari Apa?
ACAB adalah singkatan dari "All Cops Are Bastards".
Dalam bahasa Indonesia, ini secara harfiah berarti "Semua Polisi Adalah Bajingan".
Namun, penting untuk dipahami bahwa frasa ini bukan ditujukan untuk menyebut setiap individu polisi secara personal sebagai orang jahat. Ini lebih merupakan sebuah slogan protes atau pernyataan perlawanan terhadap sistem yang dianggap rusak, represif, dan sering melakukan kekerasan (police brutality).
Bagi yang menggunakannya, "All Cops Are Bastards" berarti:
Sistem kepolisian itu sendiri yang bermasalah.
Polisi yang baik pun (jika ada) dianggap tetap bagian dari sistem yang rusak itu dan tidak berbuat cukup untuk mengubahnya.
Sebuah bentuk kemarahan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh aparat.
1312: Kode Angka untuk ACAB
Lalu, apa hubungannya dengan 1312?
Ini adalah kode numerik atau bahasa sandi sederhana dari ACAB. Cara membacanya berdasarkan urutan huruf dalam alfabet:
1 = A (huruf pertama dalam alfabet)
3 = C (huruf ketiga dalam alfabet)
1 = A (huruf pertama)
2 = B (huruf kedua)
Jadi, 1312 adalah cara lain menulis ACAB tanpa menggunakan huruf. Ini sering digunakan untuk menghindari sensor algoritma di platform media sosial atau sekadar untuk membuatnya terkesan lebih "rahasia" dan simbolis.
Darimana Asal Mulanya?
ACAB bukanlah hal baru. Frasa ini sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu, terutama di kalangan subkultur seperti skinhead dan punk di Inggris pada tahun 1970-an. Saat itu, slogan ini populer sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan stereotip dari aparat.
Seiring waktu, terutama dengan gerakan-gerakan sosial modern seperti Black Lives Matter (BLM) yang menyoroti kekerasan polisi secara global, ACAB dan 1312 kembali mencuat dan digunakan secara luas oleh para aktivis dan pendukungnya.
Konotasi dan Kontroversi
Tentu saja, penggunaan ACAB dan 1312 sangatlah kontroversial.
Bagi Pendukungnya: Ini adalah simbol perlawanan yang sah terhadap ketidakadilan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara.
Bagi yang Menentangnya: Ini dianggap sebagai pernyataan yang generalisasi (menggeneralisir semua polisi itu buruk) dan tidak adil bagi banyak anggota kepolisian yang menjalankan tugasnya dengan baik dan jujur. Banyak yang merasa slogan ini menghina institusi yang seharusnya melindungi masyarakat.
Jadi, 1312 dan ACAB adalah kode dan slogan yang merepresentasikan kritik keras terhadap sistem kepolisian yang dianggap korup, brutal, dan represif.
Memahami artinya membantu kita mengerti konteks dari sebuah unggahan atau grafiti, alih-alih langsung menyimpulkannya sebagai hate speech buta. Ini adalah ekspresi ketidakpuasan dan protes yang dalam terhadap isu sistemik yang kompleks, meskipun cara penyampaiannya memang provokatif dan menuai pro-kontra.
Dengan mengetahui artinya, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi dan memahami berbagai perspektif yang ada di masyarakat.